Jumat, 23 Oktober 2015

Aspirasi Kita(E-Goverment)

Tepat tanggal 19 Oktober 2015 kemarin, saya menyampaikan sebuah aspirasi sebagai warga kota bogor mengenai permasalahan yang sampai saat ini belum mendapat respond lebih dari pemerintah, saat saya mengakses web http://pengaduan.bogorkab.go.id, langkah pertama yang saya harus lakukan adalah registrasi terlebih dahulu sebagai suatu syarat utama sebelum melakukan penyampaian aspirasi, berikut tampilan saat registrasi


 





Setelah selesai melakukan registrasi, saya diminta untuk mengaktifkan akun dengan mengecek email, selesai mengecek email selanjutnya saya melanjutkan ke tahap login, berikut tampilan halaman setelah login



Pilih jenis aspirasi yang akan anda sampaikan, pada saat itu saya memilih pertanyaan . pada form pengaduan data yang diminta salah satunya adalah foto lokasi bukti pengaduan yang kita sampaikan yang nantinya akan segera ditanggapi oleh administrator web laras.
Pengaduan sudah terkirim, tinggal menunggu tanggapan, beberapa hari kemudian saya mengecek lagi web laras ternyata balasan sudah saya dapat, saya mengecek kira-kira 4hari setelah pengaduan. jawabannya seperti berikut

Setelah menerima tanggapan dari administrator laras , saya langsung menuju web aspirasi pemkot bogor.
http://aspirasi.kotabogor.go.id/index.php/via/web.
Tapi pada setelah saya melakukan registrasi , saya diarahkan untuk mengaktifkan akun dengan mengecek email, tetapi pada saya cek email tidak pesan yang masuk ke email saya, di spam juga tidak ada pesan masuk. Sehingga sampai saat ini saya masih belum bisa melakukan login dan menyampaikan aspirasi di web aspirasi kota bogor. 

Kesimpulan yang saya dapat dari dua website yang sudah saya kunjungi, untuk masalah penanganan dan respond masih sangat kurang, tidak ada kejelasan yang pasti dari petanyaan yang saya ajukan , bahkan untuk website aspirasi kota bogor pengaktifan akun pun masih sulit dilakukan. Padahal jika saya liat daftar pengaduan pada website-website tersebut setiap harinya selalu banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan maupun pertanyaan, maka dari itu perlu adanya perbaikan agar pengaduan masyarakat bisa cepat ditanggapi.


Kamis, 17 September 2015

Internet of Thing





 Pengertian IoT
 Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus, dengan Internet of Things kita dapat mengendalikan segala sesuatu melalui sebuah perangkat dan mempermudah dalam melakukan segala aktivitas.

Cara Kerja IoT
Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun.Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.
Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi Internet of Things ialah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.

Karakteristik dan Trends
1.Kecerdasan
·         Kecerdasan intelejensi dan kontrol automatisasi di saat ini merupakan bagian dari konsep asli Internet of Things . Namun, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam lagi di dalam penelitian konsep Internet of Things dan kontrol automatisasi agar di masa depan Internet of Things akan menjadi jaringan yang terbuka dan semua perintah dilakukan secara auto - terorganisir atau cerdas ( Web , komponen SOA ) , obyek virtual ( avatar ) dan dapat dioperasikan dengan mudah , bertindak secara independen sesuai dengan konteks , situasi atau lingkungan yang dihadapi .
2.Arsitektur
·         Arsitektur Internet Of Things terdiri atas beberapa jaringan dan sistem yang kompleks serta sekuriti yang sangat ketat , jika ketiga unsur tersebut dapat dicapai , maka kontrol automatisasi di dalam Internet Of Things dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama sehingga mendapatkan profit yang banyak bagi suatu perusahaan , namun dalam membangun ketiga arsitektur itu banyak sekali perusahaan pengembang IOT yang gagal , karena dalam membangun arsitektur itu membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang tidak sedikit.
3.Faktor Ukuran, Waktu dan Ruang
·         Di dalam membangun Internet Of Things para engineer harus memperhatikan ketiga aspek yaitu : Ukuran , ruang , dan waktu. Dalam melakukan pengembangan IOT faktor Waktu yang biasanya menjadi kendala.Biasanya dibutuhkan waktu yang lama karena menyusun sebuah jaringan kompleks di dalam IOT tidak lah mudah dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Manfaat Internet of Things
1.                 1. Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah dan efisien.
2.                 2. Mendeteksi pengguna dimanapun berada(barcode,Ez-link)
Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati. Selain itu dengan barcode kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah atau dikurangi. Dengan barcode kita tak perlu susah – susah menghitung produk secara manual. Contoh lain saat kita pergi ke Singapore. Jika kita ingin bepergian menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bis kita cukup menggunakan atau membeli EZ-link card. EZ-link card biasanya dipakai oleh para wisatawan yang mengunjungi Singapore sebagai pengganti uang untuk membayar jasa transportasi yang telah digunakan. 


                                   Contoh Aplikasi
C
applikasi Smart City,  tiga contoh penggunaan teknologi IOT pada Smart City :
  • Pada aplikasi Informasi Banjir Online, selain mengandalkan laporan warga, sensor-sensor banjir yang dapat mengukur ketinggian air secara real time disebarkan ke seluruh wilayah kota sehingga informasi dapat diinformasikan ke Command Center secara cepat dan selanjutnya  langsung tertangani oleh Dinas terkait.
  • Sistem Notifikasi Gempa dan Tsunami. Beberapa kejadian bencana alam di Indonesia memakan korban jiwa begitu banyak, jumlah korban jiwa dapat dikurangi secara significant, apabila sistem Early Warning System diterapkan secara benar dan tepat sasaran. Sensor-sensor yang ditempatkan di daerah rawan bencana alam dapat memberikan informasi secara langsung kepada warga sekitar lokasi rawan gempa / longsor / tsunami dalam hitungan detik.
  • Sistem yang tak kalah menariknya adalah Sistem Smart Parking. Pada sistem ini,  sensor parkir ditaruh di tempat parkir umum. Pemakaian sistem Smart parking ini  dapat membantu pemerintah kota memonitor dan mengontrol  pendapatan daerah dari parkir. Benefit yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat berupa check status dari parkir yang tersedia  dan  sistem book / bayar parkir online.

Sumber::




Ulasan:
Penggunaan IoT pada jaman yang modern ini sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan . Khususnya pada sebuah perusahaan atau instansi yang ingin membuat system kerjanya menjadi lebih mudah dan mnghemat waktu. Karena pada hakekatnya manfaat dari IoT itu sendiri yaitu mengendalikan segala sesuatu melalui sebuah perangkat dan mempermudah dalam melakukan segala aktivitas.
Dilihat dari cara kerjanya, IoT memang lebih cenderung melibatkan teknologi daripada manusia itu sendiri, manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung. Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi Internet of Things ialah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.
IoT mempunya 3 karakteristik, yang pertama yaitu kecerdasan,  dimana Kecerdasan intelejensi dan kontrol automatisasi di saat ini merupakan bagian dari konsep asli Internet of Things. Yang kedua Arsitektur , Arsitektur Internet Of Things terdiri atas beberapa jaringan dan sistem yang kompleks serta sekuriti yang sangat ketat. Dan yang terakhir Faktor Ukuran, Waktu dan Ruang.
Dengan manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan IoT maka semakin banyak teknologi yang menggunakan konsep IoT . penggunaan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari kita yaitu system barcode pada produk di supermarket dan system sensor lainnya. 















Rabu, 09 September 2015

E-Goverment

Sistem Informasi Lanjutan



Pengertian


Apa itu E-Goverment?

kata 'E' sendiri kependekan dari elektronik dan goverment berasal dari bahasa inggris yang artinya pemerintah. Lalu apa arti dari elektronik pemerintah? Elektronik Pemerintah yaitu sebuah sarana untuk memudahkan pemerintah dalam mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan dengan berbasis elektronik. 

E-Governtment biasa dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi. Manajemen sistem yang bekerja pada lingkungan pemerintah memanfaatkan teknologi secara optimal, dimana pemanfaatan teknologi tersebut nantinya akan meminimalisir adanya kesalahan data khususnya data warga, mempercepat tersampaikannya informasi terbaru dari pemerintah, dan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses dan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah.
E-Government dapat pula diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal serta membantu terwujudnya pemerintahan yang demokratis.


Model Penyampaian E-Goverment


Ada tiga model penyampaian E-Government, antara lain :

a. Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C): Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,  Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:

  • Kepolisian membangun dan menawarkan jasa pelayanan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) melalui internet dengan maksud untuk mendekatkan aparat administrasi kepolisian dengan komunitas para pemilik kendaraan bermotor dan para pengemudi, sehingga yang bersangkutan tidak harus bersusah payah datang ke Komdak dan antre untuk memperoleh pelayanan;
  • Kantor Imigrasi bekerja sama dengan Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bank-bank swasta membangun jaringan teknologi informasi sehingga para turis lokal yang ingin melanglang buana dapat membayar fiskal melalui mesin-mesin ATM sehingga tidak perlu harus meluangkan waktu lebih awal dan antre di bandara udara;
  • Departemen Agama membuka situs pendaftaran bagi mereka yang berniat untuk melangsungkan ibadah haji di tahun-tahun tertentu sehingga pemerintah dapat mempersiapkan kuota haji dan bentuk pelayanan perjalanan yang sesuai;
  • Bagi masyarakat yang memiliki keahlian tertentu dan berniat untuk mencari pekerjaan di luar negeri (menjadi Tenaga Kerja Indonesia), maka yang bersangkutan dapat dengan mudah mendaftarkan diri dari Warnet (Warung Internet) terdekat ke Departemen Tenaga Kerja secara gratis); dan lain sebagainya.

b.  Government-to-Business (G2B): Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Contoh dari aplikasi e-Government berjenis G2B ini adalah sebagai berikut:


  • Para perusahaan wajib pajak dapat dengan mudah menjalankan aplikasi berbasi web untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayarkan ke pemerintah dan melakukan pembayaran melalui internet;
  • Proses tender proyek-proyek pemerintahan yang melibatkan sejumlah pihak swasta dapat dilakukan melalui website (sehingga menghemat biaya transportasi dan komunikasi), mulai dari proses pengambilan dan pembelian formulir tender, pengambilan formulir informasi TOR (Term of Reference), sampai dengan mekanisme pelaksanaan tender itu sendiri yang berakhir dengan pengumuman pemenang tender;
  • Proses pengadaan dan pembelian barang kebutuhan sehari-hari lembaga pemerintahan (misalnya untuk back-office dan administrasi) dapat dilakukan secara efisien jika konsep semacam e-procurement diterapkan (menghubungkan antara kantor-kantor pemerintah dengan para supplier-nya);
  • Perusahaan yang ingin melakukan proses semacam merger dan akuisisi dapat dengan mudah berkonsultasi sehubungan dengan aspek-aspek regulasi dan hukumnya dengan berbagai lembaga pemerintahan terkait; dan lain sebagainya.

c. Government-to-Government (G2G): Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi.  Berbagai penerapan e-Government bertipe G-to-G ini yang telah dikenal luas antara lain:


  • Hubungan administrasi antara kantor-kantor pemerintah setempat dengan sejumlah kedutaan-kedutaan besar atau konsulat jenderal untuk membantu penyediaan data dan informasi akurat yang dibutuhkan oleh para warga negara asing yang sedang berada di tanah air;
  • Aplikasi yang menghubungkan kantor-kantor pemerintah setempat dengan bank-bank asing milik pemerintah di negara lain dimana pemerintah setempat menabung dan menanamkan uangnya;
  • Pengembangan suatu sistem basis data intelijen yang berfungsi untuk mendeteksi mereka yang tidak boleh masuk atau keluar dari wilayah negara (cegah dan tangkal);
  • Sistem informasi di bidang hak cipta intelektual untuk pengecekan dan pendaftaran terhadap karya-karya tertentu yang ingin memperoleh hak paten internasional; dan lain sebagainya.

Kelebihan E-Goverment:

1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat

2. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang   dibuaat oleh       pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.


Kelemahan E-Goverment:

1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang           terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government.
2. Kelemahan utama tentang e-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses           publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari                     kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini publik.
3. Kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet




Ulasan:
Dengan adanya E-Goverment, masyarakat tidak perlu lagi kawatir mengenai kurangnya fasilitas atau tidak tersedianya layanan yang disediakan oleh pemerintah. Masyarakat juga dapat lebih mudah menyampaikan masukan atau komentar melalui form pengaduan atau komentar pada aplikasi e-goverment itu sendiri.

Namun disamping banyaknya kelebihan dan keuntungan yang diberikan E-gov ini, masyarakat juga harus lebih selektif dalam mengakses situs pemerintah yang memungkinkan terjadinya cyber crime yang dapat merusak sistem TIK pada e-goverment. Selain itu tidak banyak pula masyarakat yang tidak mahir dalam menggunakan fasilitas internet, terutama pada daerah pedalaman, padahal untuk daerah tersebut sangat dibutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

E-Goverment sendiri memiliki 3 model utama yang dikenal dengan istilah G2C,G2B, dan G2G. G2C (Goverment to Costumer) dimana contoh penerapannya yaitu kepolisian memberikan jasa perpanjangan SIM/STNK. sedangkan G2B (Goverment to Bussiness ) penerapannya yaitu pada situs pembayaran pajak  dan G2G (Goverment to Goverment) penerapannya pada hubungan administrasi antar kantor pemerintahan.
Sebagai masyarakat indonesia yang cerdas seharusnya kita bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah dengan seefektif mungkin, sehingga sistem manajemen yang sudah dirancang oleh pemerintah juga dapat berjalan dengan baik.


http://www.candra-zulisman.blogspot.com/2014/11/e-government-pengertian-manfaat-model.html
https://www.avicinna.wordpress.com/probolinggo/e-government-dan-pegi-di-kota-probolinggo/